Pemenuhan Pencarian Hidup untuk Makna dan Tujuan

Situs Judi Online

"Karena pikiranKu bukan pikiranmu,

dan cara-Ku bukanlah jalanmu. "

Ini adalah deklarasi Tuhan.

– Yesaya 55: 8 (HCSB)

Banyak dari kita, mungkin sebagian besar dari kita, mungkin kita semua pada waktu yang berbeda, semua bertanya, apa arti dan tujuan hidup. Untuk apa saya di sini? Apa yang Tuhan ingin saya lakukan? Bagaimana perasaan saya dalam kehidupan ini yang tampaknya jauh di luar kendali pribadi saya?

Lucunya, semakin kita mencari makna dan tujuan dalam kehidupan semakin jauh kita lari darinya. Bukan berarti itu bukan aktivitas yang mengagumkan. Bukan berarti itu tidak menguntungkan, karena pencarian makna dan tujuan adalah praktik yang baik.

Tapi, pada akhirnya, pencarian itu sia-sia jika itu semua ada. Jika pencarian tidak membawa kita ke ujung dari diri kita sendiri, ke kecilnya kita di dunia, maka kita belum menemukan apa yang Tuhan miliki untuk kita.

Pencarian kami harus mengungkapkan kepada kami dua ide yang bertentangan dengan kutub yang bekerja bersama.

Kami kecil. Kami tampaknya tidak penting. Kami merasa kami berada dalam kehendak hidup. Kami telah menemukan bahwa imajinasi kami merencanakan realitas yang berbeda dibandingkan dengan bagaimana realitas bekerja.

Pemahaman ini secara krusial menuntun kita kepada Tuhan – kepada panggilan-Nya untuk berhenti mencoba, memaksa, memanipulasi, menawar, bermimpi tanpa akhir. Pemahaman ini membawa kita pada realisme, yang mengoreksi kecenderungan kita untuk optimisme atau pesimisme. Pemahaman ini memaksa kami untuk menghentikan pencarian – atau setidaknya mengganti pencarian dengan keingintahuan yang sehat untuk hidup.

Ada jalan menuju kedamaian dan pengertian yang juga di luar pemahaman, dan tempat itu adalah penerimaan, yang merupakan kedamaian sejati.

Kami banyak hal yang tidak bisa kami ubah. Kami tidak dapat mengubah banyak hal tentang kehidupan. Kebijaksanaan menuntun kita pada penerimaan, yang membuka mata kita terhadap keajaiban-keajaiban sederhana kehidupan. Saat itulah Tuhan benar-benar mulai berbicara dan mengajar kita melalui Roh-Nya.

Pencarian makna mengambil sebagian besar hidup kita untuk ditemukan. Pada akhirnya kami tiba kembali di awal. Kami berhenti mencari dan mulai hidup.

Pada akhirnya, kita menyadari bahwa Tuhan berpikir dan bertindak berbeda terhadap kita, pemikiran dan jalan-Nya berada di luar kita, dan tidak apa-apa.

Kemudian, akhirnya, setelah berhenti mencari, kita mulai hidup dalam kesederhanaan yang menakjubkan.

Hidup memiliki kelebihan dibanding pencarian. Kami membiarkan hidup menjadi hidup.

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*